Skip to content

Terik Daging

December 26, 2005

Description:
Terik Daging ini jawa banget rasanya. Aslinya cenderung manis mirip gudeg. sering di sebut juga Empal Kelem. Pakai daging sengkel yang uratnya melingkar2 membuat motif pada dagingnya…..ini kan bagian daging favoritku.

Saat memasak, Kuah santannya tidak berlimpah ruah seperti sop, tapi
sedikit saja, seperti areh pada gudeg yogya. Lebih enak kalau terik ini di inapkan, karena lebih meresap bumbu dan santannya.

Kalau isinya daging saja, di masak sampai daging hancur, dan santan mengering, hasilnya mirip abon tapi basah, ini sering di sebut Terik Garing. Enak sekali dimakan dengan nasi, lalap ketimun dan sambal bajak. Atau sebagai pelengkap nasi langgi.

Terik enak juga dimakan dengan bubur, di sebutnya bubur terik, bubur gurih (boleh di masak dengan santan, atau dengan air, garam dan daun salam saja), di atasnya di beri beberapa potong daging dan disiram kuah terik yang kental gurih dan manis.

Kalau punya kelimpahan telur putih, kukus telur putih, potong2 sebesar tahu, masak bersama daging dan tahu tempe. Penambahan tahu, tempe dan telur, sebagai variasi isi terik daging.

Ingredients:
500 gr daging sengkel, rebus, potong2 melintang 1 cm (biasanya saya presto 10-12 menit dulu)
1 buah tahu cina, potong jadi 8, goreng setengah matang
1 buah tempe ukuran sedang, potong setebal 1 cm
4 buah telur rebus, kupas

1 buah kelapa, diambil santannya, pisahkan santan encer dan kental
gula jawa
garam
1 sdm asam jawa, di remas dengan 5 sdm air, di saring
salam, lengkuas
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus:
5 bawang merah
4 bawang putih
1 sdm ketumbar sangrai
4 butir kemiri
1/4 sdt jintan

Directions:
- Tumis bumbu halus dengan minyak, daun salam dan lengkuas, sampai harum dan kekuningan.
- Masukkan potongan daging, tahu, tempe dan telur, tambahkan santan encer.
- Masak sampai mendidih, tambahkan air asam, gula jawa dan garam
masak sampai bumbu meresap dan santan mengering, tambahkan santan kental, didihkan sambil di aduk2.
- Sajikan hangat.

About these ads

From → Uncategorized

17 Comments
  1. Dear cie Ine,Saya akhirnya join milis NCC, meskipun sampai sekarang belum tahu persis mengaksesnya.Mungkin cie Ine bingung, saya nemu blog cie Ine karena resep yang satu ini, ini makanan fav waktu kecil masih tinggal di Solo, waktu pindah ke JKT ngga ada yang jual. Sekarang saya tinggal di US akibatnya jadi mulai senang masak.Semoga cie Ine ngga keberatan kalau saya sering-2 ngintip blog resep-resepnya cie Ine.Banyak terima kasih atas blognya yang bikin kerinduan masakan asli Solo terbayar.

  2. Saya lupa satu lagi, boleh kan yah kalau saya ambil blog cie Ine kedalam link saya di Multiply ini, thanks sebelumnya.

  3. Salam kenal Atina, senang sekali kalau resep2ku bisa bermanfaat buatmu.boleh aja di contek dan di coba, silakan aja di link.

  4. Terimakasih jawabannya sama mau tanya nih, saya lihat dan udah nyoba resep Capcay dengan keekian imitasi dari resep cie Ine. Saya jadi inget di Solo dulu Capcaynya ada yang jual dimasak agak manis dan warna merah, kayaknya ada saus tomat nya kali, saya nyoba berkali-kali rasanya ngga bisa persis seperti ingatan saya. Mungkin ngga cie Ine tahu CapCay yang saya maksud. Thanks berat

  5. perpusresepku said: Terimakasih jawabannya sama mau tanya nih, saya lihat dan udah nyoba resep Capcay dengan keekian imitasi dari resep cie Ine. Saya jadi inget di Solo dulu Capcaynya ada yang jual dimasak agak manis dan warna merah, kayaknya ada saus tomat nya kali, saya nyoba berkali-kali rasanya ngga bisa persis seperti ingatan saya. Mungkin ngga cie Ine tahu CapCay yang saya maksud. Thanks berat

    Tau …aku tahu…itu versi capcay yang nggak halal, capcay yang bener2 isinya 10 macam sayur.ini resepnya ama dengan capcay yang biasa di chinese food, tapi di bikin merah pakai saus tomat imitasi…aduuh…sekarang mah takut dengan saus tomat itu. Saus yang nggak asem, rada manis tapi merahnya mirip darah :-((Kalau di solo nih, capcaynya banyakan daging ketimbang sayur. (ayam, udang, keekian, baso, baso goreng, ampela ayam, kembang kol, sawi ijo, sawi putih, wortel)

  6. Wow .. Makasih banyak atas keterangannya, berarti mau coba lagi ah pakai saus tomat cuma mungkin memang harus banyak coba supaya bisa dapat rasa yang pas. Dirumah saya, suami dan anak senengnya makan segala yang asam manis soalnya, pada ngga terlalu antusias capcay yang biasa

  7. kayaknya enak…hmmm mau pesen ini aja ahh :D

  8. Pesen, yang banyak ya…. hehehehe…

  9. Ci Ine aku lg nyari resep terik tempe-tahu. Tp yg kubayangkan kok rada beda ya penampakannya ma ini. Pengen yg rada berkuah gt terus dikasih irisan cabe ijo. Bumbunya sama aja kali ya?

  10. notnot9 said: Ci Ine aku lg nyari resep terik tempe-tahu. Tp yg kubayangkan kok rada beda ya penampakannya ma ini. Pengen yg rada berkuah gt terus dikasih irisan cabe ijo. Bumbunya sama aja kali ya?

    iya Atin, ini sebenarnya rada berkuah juga…cuma karena mau foto..ntar kuah nutupi isinya.Terik ini yang khas….manis. bisa juga di tambah cabe

  11. Ce Ine…akhirnya nemu juga resep terik ini. Sejak 8 tahun hijrah dari solo ke sby karena kuliah. Blm pernah nemu masakan ini di depot2. Mau coba ah…thank you ya ce..Aku boleh masukin blognya cece di blog ku juga nggak?biar cepet lihatnya kalau ada update terbaru..

  12. mela82 said: Ce Ine…akhirnya nemu juga resep terik ini. Sejak 8 tahun hijrah dari solo ke sby karena kuliah. Blm pernah nemu masakan ini di depot2. Mau coba ah…thank you ya ce..Aku boleh masukin blognya cece di blog ku juga nggak?biar cepet lihatnya kalau ada update terbaru..

    boleeeeeeh :-) selamat bikin terik ya

  13. Mbak Ine, teriknya udah saya buat tapi belum sempat dicoba. Nanti kalau udah buka puasa..hehehe. Tapi puas deh, sejak menikah baru kali ini bikin terik sendiri. Udah lama pingin bikin tapi nggak tau resepnya. Biasanya dibuatin eyang putri sih, hihi. Makasih ya mbak…

  14. sama2…sedep ya, buat buka puasa, manis gurih wangi

  15. wehhh..thanks resep nya….

  16. ini ya resepnya.. pengen bikin yang suwir.. buat cemilan.. hihihi

  17. Mbak Ine, aku kalau bikin terik pakai ati sapi juga, enak banget. Makasih ya resepnya, dulu alm Embahku yang di Salatiga selalu bikin ini kalau aku pas lagi nyambangi beliau. Kalau beliau pakai ditambahi minyak goreng lagi, enak…tapi ya gitu deh, makannya gak boleh pake mikir kolesterol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers

%d bloggers like this: