Skip to content

Bergulung dengan Bolu Gulung

February 25, 2006

Bolu gulung sebenernya simple, tetapi banyak yang menyangka menggulung bolu adalah pekerjaan susah. Banyak variasi untuk membuat bolu gulung unik dan cantik, di tengahnya bisa di susun potongan bolu warna warni, atau membuat piramida bolu gulung dari 3 buah bolu gulung kecil yang disusun segitiga, menggunakan loyang zig zag, atau memainkan motif bolu sehingga penampang bolu menjadi unik.

Hal yang paling kusukai dalam membuat bolu gulung adalah proses yang tidak terlalu lama, mengocoknya cepat, memanggangnya cepat, hasilnya cantik.

Ada hal hal yang perlu di perhatikan supaya sukses menggulung bolu dengan mudah:

  • Bolu untuk bolu gulung, jangan terlalu tebal, maksimal 2 cm saat matang. semakin tebal, semakin sulit menggulung, kalaudipaksa, dia bakal melawan🙂 dan…pecah!
  • Bolu untuk bolu gulung, teksturnya lembut, banyak telur sedikit tepung
  • Memanggang bolu gulung jangan terlalu lama, karena akan semakin kering, salah satu penyebab bolu pecah juga. karena bolu ini tipis, kira kira 10-15 menit cukuplah.
  • Karena pemanggangan yang singkat, kadang kala bagian atas bolu belum bener2 kering, yaitu jika di sentuh dengan jari…masih berbunyi peeeesss…peeeess… kalau dibiarkan, bolu akan terkelupas saat di gulung, karena bagian kulit atas akan menempel di kertas roti/serbet/media penggulung. Pastikan bahwa bagian atas bener2 kering.
  • Kalau menggunakan oven yang ada api atas, Untuk mengeringkan bagian atasnya, matikan api bawah, spy bolu tidak terlalu kering, pakai api atas, jangan di tinggal, karena dalam waktu singkat, bolu akan kering (kira kira 2-3 menit)
  • Kalau menggunakan oven tangkring, pindahkan loyang bolu ke rak yang paling atas. sementara rak di bawahnya, di pasang loyang berisi air, untuk mencegah pengeringan bagian bawahnya.
  • Olesan selei, bisa dilakukan segera setelah bolu matang dan masih panas. Tapi jika menggunakan butter cream, tentu harus menunggu bolu dingin.
  • Olesan di atur supaya tidak meleber mengotori bagian luar bolu. Bagian bolu paling dekat dengan kita, yang akan menjadi bagian tengah gulungan, boleh di oles tebal, tapi bagian yang paling jauh dengan kita, yang akan menjadi pengunci gulungan, di oles tipis2 saja, hanya untuk melekatkan.
  • Bolu gulung isi, misalkan isi potongan keju, potongan buah, letakkan 2-3 cm dari tepi yang paling dekat dengan kita, untuk memudahkan saat penggulungan.
  • Ada yang berpendapat langsung di gulung ketika panas, ada yang bilang harus nungu dingin. Sah sah saja mau pake cara apa.dua duanya pernah ku coba, dan dua duanya gak ada pengaruhnya menurutku. Cuma…kalau mau nunggu dingin, jangan kelamaan menggelar bolunya, ntar malah garing.
  • Gunakan kertas roti yang di tabur gula bubuk atau serbet bersih untuk mengalasi bolu yang akan di gulung. (aku lebih rekomend serbet, karena berpori, di jamin bolu gak lengket ke serbet)
  • Yang bertugas menggulung bolu adalah kertas atau serbet tatakannya. Bukan tangan kita yang pegang bolunya langsung.
  • Saat proses mulai menggulung, sisi bolu yang jauh dari badan kita, di tahan dengan suatu benda, misalkan loyang atau tembok:-), sehingga saat kita menggulung sisi yang dekat dengan kita, dan mendorongnya, bolu stabil di tempatnya, gulunganpun rapi jali.
  • Oleskan bahan olesan secara merata sehingga tidak belepotan saat di gulung.
  • Jika menggunakan loyang zigzag, taruh bahan olesan di pipping bag (plastik segitiga), gunting ujungnya sehingga berlubang lebar 1/2 cm, bubuhkan bahan olesan di tiap cerukan zigzag dari ujung ke ujung menggunakan piping bag ini. Ambil sumpit, tarikkan sumpit pada setiap cerukan zigzag, sehingga bahan olesan bisa menempel di dinding cerukan zigzag, setelah itu bolu bisa di gulung.
  • Lihat Loyang zigzag
  • Dalam penggunaan loyang untuk cake, sebaiknya loyang diolesi shortening, lemak putih, atau margarine, lalu dialasi kertas roti. Jangan diberi taburan tepung terigu.
  • Jika saat memanggang bolu gulung yang harus diperhatikan adalah: Jika adonan bolu tipis 1 cm dari dasar loyang, gunakan suhu temperatur 200 derajat C. Jika adonan bolu tebal sampai 2 cm dari dasar loyang, gunakan suhu temperatur 180 derajat C.
  • Cake gulung di panggang hingga berwarna kuning kecoklatan dan tidak boleh terlalu kuning pucat karena akan menempel pada kertas waktu menggulung dan juga tidak boleh berwarna terlalu coklat tua karena akan mengakibatkan cake kering dan pecah waktu di gulung
  • Cake gulung sebaiknya di gulung setelah dingin atau setelah diangkat dari oven dan didiamkan selama 30-60 menit. Jika digulung pada waktu cake masih panas, bisa mengakibatkan hasil cake gulung menjadi padat dan tidak bagus penampilan kulit luar dan dalam, serta cake gulung tidak bisa bertahan lama
    (Font biru ini dari trick Koko Hidayat- seri resep Ahli bakery- Cake gulung Istimewa)

From → Tips/Alat dapur

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: