Skip to content

NAGASARI

February 26, 2006

Description:
Nagasari, diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh kang Irvan Kartawiria dari milis JS sebagai “Dragon Juice” :-)))
Menurut ilmu yang kudapat dari mbok tenongan masa kecilku, dibagi dua jenis, Nagasari Bandung, yang kita kenal dengan kue pisang sekarang ini terbuat dari tepung hunkwe, dan Nagasari tepung beras yang dibungkus tum dan sarat santan.

Tapi pada perkembangannya, nagasari tepung beras mengalami perubahan bentuk, menjadi mirip nagasari bandung. dibungkus lipat saja. (Seperti nagasari buatan Sylvie Gill:-), karena ngintip blognya, aku jadi pingin dan….bikin)

Dulu nih, nagasari tepung beras ada 3 macam, yaitu nagasari putih, nagasari merah (pakai gula merah) tapi warnanya coklat cream, nggak merah beneran🙂, nagasari biru (pakai kembang teleng sebagai pewarna biru. Soal rasa, yang putih dan yang biru sama saja. Yang merah, tentu aroma gula jawanya yang membedakan. Entah ya, kenapa nggak ada nagasari ijo pakai daun suji. Atau sebenarnya ada, tapi gak pernah dijual oleh mbok tenong.

Semua stylenya sama, setelah adonan nagasari di isi pisang, selalu di siram lagi dengan santan areh sebelum di bungkus. Sehingga, saat matang dan dibuka, nagasarinya berlumuran santan. sluuuurp…..terbayang gurihnya kan?

Kemarin dalam rangka nostalgiaan🙂 Bikin nagasari dari resep Femina 1997. Meski Femina bungkusnya versi masa kini(lipat), tetap ku bikin tum dengan sedikit modifikasi.

Karena ada pasta pandan sample untuk Bakery yang dihibahkan untukku, sebagian dibikin putih, sebagian ijo. Mungkin lebih enak pakai daun suji ya…tapi yang ini…tetep enak kog:-)

Pengguntingan daun setelah di bungkus, juga dipakai sebagai tanda, apa isi bungkusannya. Misalkan di gunting horisontal rata, isinya nagasari putih, di gunting lancip menggunung, isi nagasari hijau, di gunting serong, isi nagasari merah, di gunting zigzag, nagasari biru, di gunting tapi di sisain se kliwir daun:-) isi mendut dsb.

Pagi ini, karena masih ada, nagasari buat sangu ke kantor, aroma nagasari memenuhi kabin mobilku, dan membuat teman seperjalananku sering2 menarik nafas panjang supaya sebanyak mungkin menghirup aroma nagasariku, karena aku nggak bagikan kuenya buatnya🙂

Ingredients:
200 gr tepung beras siap pakai
800 cc santan sedang cenderung encer (Dari 1/2 kelapa tua, ntar berbagi santan dengan Areh ya…)
100 gr gula pasir
1/2 sdt garam
2 lembar daun pandan di suwir2, lalu di simpulkan

5 buah pisang raja, potong menyerong menjadi 3 bagian
daun pisang untuk membungkus
3 lembar daun pandan, potong2 sepanjang 3 cm
biting/lidi untuk menyemat

Areh:
200 cc santan kental
1/2 sdm tepung beras
1/4 sdt garam

Directions:
Cara:
– Saat memeras kelapa, ambil dulu 200 ml santan kental dari perasan yang pertama untuk areh. Perasan berikutnya, 800 ml untuk isi nagasarinya.

AREH:
– encerkan tepung beras dengan sedikit santan kental, sementara santan kental dan garam di didihkan, tuangkan larutan tepung beras, aduk rata sampai meletup-letup. sisihkan

Nagasari:
– encerkan tepung beras dengan lebih kuran 250 cc santan, sementara didihkan sisa santan, gula, garam dan daun pandan yang sudah di simpul. setelah mendidih, buang daun pandannya,
tuangkan larutan tepung beras, aduk cepat sampai adonan kental, licin dan meletup letup. angkat.

Penyelesaian:
– ambil 2 lembar daun pisang, taruh sepotong daun pandan, taruh 1 sdm (jangan munjung) adonan nagasari, letakkan sepotong pisang, tutup dengan 1 sdm (jangan munjung) adonan nagasari, siram dengan 1 sdm areh (ini pasti gak bisa munjung ya!!) :-))
– bungkus bentuk tum, semat dengan biting, gunting bagian atas daun supaya rapi (atau bisa di variasi sebagai penanda isi nya)
– kukus selama 30 menit.
– Sajikan setelah dingin.

From → Uncategorized

9 Comments
  1. Ahhh… Nagasari! Salah satu kue andalan yang selalu saya abisin duluan kalau Ibunda pulang dari arisan bawa kue dalam box🙂 Yang di foto itu arehnya mantep banget ya?

  2. iya aku paling suka nagasari. rasa di sekitar pisang itu loh favoritku, wangi pisangnya terbawa di lidah.

  3. irvankarta said: Yang di foto itu arehnya mantep banget ya?

    aha…ini dia kang Irvan yang celetukannya kutempel di sini. Areh itu cuma mindahkan santen. yang aslinya di campur jadi satu, ini dipisahin, biar jadi gimanaaaaa…..gitu lho.

  4. foodngarden said: iya aku paling suka nagasari. rasa di sekitar pisang itu loh favoritku, wangi pisangnya terbawa di lidah.

    Rada sebel juga Fi, pisangnya enak di makan gitu aja. begitu di kukus…keluar sepetnya.tau gitu ganti pisang tanduk malah ketahuan manisnya.

  5. di sini jenis pisang2an tidak begitu banyakmau intip persedia’an tepung beras di dapur dulu ah ;)thank you for sharing the recipe, mbak ine

  6. hehehe…lha kog kita saling meng-inspirasi ya Syl.

  7. hmm sedap, jadi ngiler kepengen bikin juga.kalu menurut aku utk pisang enakan pake pisang tanduk, untung disini ada kalu enga hiks..hiks

  8. Cik, kalo di Rembang namanya Bongko ada 2 macem juga, tepung beras dengan pisang sebagai isinya (spt yang Cik Ine bikin) ato beras agak ancur (menir) plus santan yang rasanya asin. Semuanya dibungkus pake daun pisang.. enakeee… hm..

  9. helvinrita said: Cik, kalo di Rembang namanya Bongko ada 2 macem juga, tepung beras dengan pisang sebagai isinya (spt yang Cik Ine bikin) ato beras agak ancur (menir) plus santan yang rasanya asin. Semuanya dibungkus pake daun pisang.. enakeee… hm..

    Bongko setahuku lebih dominan pisang ketimbang tepung.trus yang isinya menir, namanya MENIRAN.model bungkusannya sama, di tum.itu tukang kue yang pake tenongan, kalau jual macam2 kue tradisional yang di tum, di bedakan dari guntingan daunnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: