Skip to content

Sup Perut Ikan

October 2, 2006

Description:
Perut Ikan yang biasa dipakai sup, namanya Hipio, bentuknya tabung. bagian tengahnya di isi dengan daging cincang. Harga sup Hipio di restoran lumayan mahal, karena harga perut ikannya mahal,
dan bikinnya ribet saat mengisikan dagingnya.

Campuran daging asap, dan potongan daging asap dalam kuah akan memperkaya aroma kaldunya. Sayuran yang dipakai, biasanya kembang kol, wortel, kapri dll.

Beberapa tahun lalu, aku pingin beli hipio di petak sembilan, tapi tak
sampai hati…harga harga per 100 gram udah diatas 100 ribu! Hipio masih
mentah, harus menggoreng sendiri dan ini butuh ketrampilan khusus juga
supaya mekar bagus.

Perut ikan yang kupakai ini, biasanya di pakai untuk cap jay, rasanya
seperti krecek, tapi lebih gurih dan punya keharuman yang khas. Harganya tak semahal hipio, tapi bentuknya juga tak secantik hipio.

Rasa dan aroma….miriplah.

Perut ikan, bisa dibeli di petak sembilan, atau di pasar tradisional yang
menjual bahan makanan chinese, sudah dalam keadaan tergoreng.

** sup ini, untuk memeriahkan ultah my Sister Milka http://milkaw.multiply.com Happy birthday Sis!

Ingredients:
250 gram daging ayam giling
2 lembar daging asap, cincang halus
1 putih telur
2 sdm maizena
3 siung bawang putih, iris halus, goreng kering, lalu di uleg halus
garam
merica

50 gram perut ikan siap pakai, rendam air hingga lemas

2 liter kaldu ayam
2 siung bawang putih geprek
4 buah wortel di potong2, rebus hingga matang
4 lembar sawi hijau, seduh air panas hingga layu
5 sdm kacang polong kalengan
2 lembar daging asap, iris halus
garam
merica
1 potong jahe

Directions:
Kuah:
Didihkan Kaldu ayam, tambahkan garam, merica, jahe.
Tumis bawang putih geprek hingga kuning dan harum, masukkan dalam kaldu
ayam.
sisihkan.

Daging:
campurkan semua bahan hingga rata, tempelkan pada perut ikan yang sudah di
potong panjang selebar 4 cm.
kukus selama 25 menit. Setelah matang, potong potong daging ini.

Penyajian:
tata semua bahan pada mangkuk saji, jangan lupa irisan daging asapnya…ini bakal bikin aroma sup jadi nonjok :-)) terakhir siram dengan kaldu ayam panas.

48 Comments
  1. Aku belum pernah tau kayak apa ya In..perut ikan itu…n harga nya mahal amat 100 gram = 100 ribu, weleh welehhhhhhh.wah Ine…aku mah salut aja..segala resep yg kagak banyak beredar di pasaran, itu tuh kebanyakan resep kamu lho. Adaaaaaaaaaa ajaaa resep2 baru nya….top deh.

  2. belum pernah rasain perut ikan deh..tapi kalo masakan batak, ikan arsik, selalu pake telor ikan..dan itu enaaaaaak. Tapi perut belum pernah coba..*penasaran*

  3. mbak …. belum pernh maem perut ikan … ini perut ikannya udah dijual kering gitu ya mbak ?

  4. Waduh mbak jadi kangen kota…dulu waktu masih kerja di Gunung Sahari tiap kali bos ultah or temen ultah or di traktir client kami suka makan di kota dan menu sup ikan ini once in a while ada di meja. Emang yummy…blum pernah sih klo yang beli dan bayar sendiri huehehehehe…

  5. Wah, klo Hipio di Yogya dulu dari Trubus atau Tiong San, pasti ini lebih sip!

  6. marienapayne said: Aku belum pernah tau kayak apa ya In..perut ikan itu…n harga nya mahal amat 100 gram = 100 ribu, weleh welehhhhhhh.wah Ine…aku mah salut aja..segala resep yg kagak banyak beredar di pasaran, itu tuh kebanyakan resep kamu lho. Adaaaaaaaaaa ajaaa resep2 baru nya….top deh.

    100 ribu mah berapa tahun lalu Rien. entah kalau sekarang.lha resep2 ku ini kan masakan yang ada di pasaran.jangan dibalik bahwa resep2 yang beredar dariku sumbernya…. emang aku posting yang pasaran2 aja kog. hehehehe…

  7. olin said: belum pernah rasain perut ikan deh..tapi kalo masakan batak, ikan arsik, selalu pake telor ikan..dan itu enaaaaaak. Tapi perut belum pernah coba..*penasaran*

    rasanya mirip krecek Lin.tapi aromanya beda…rasanya juga lebih gimanaaaaa gitu.

  8. kuenyaoyan said: mbak …. belum pernh maem perut ikan … ini perut ikannya udah dijual kering gitu ya mbak ?

    iya Yan, kalau mentah, bentuknya kayak selang plastik diagmeter 3 cm, bening nya kayak fiberglass lembaran yang suka dipakai sebagai atap carport gitu.

  9. dewijoris said: Waduh mbak jadi kangen kota…dulu waktu masih kerja di Gunung Sahari tiap kali bos ultah or temen ultah or di traktir client kami suka makan di kota dan menu sup ikan ini once in a while ada di meja. Emang yummy…blum pernah sih klo yang beli dan bayar sendiri huehehehehe…

    coba deh Dewi bikin…pasti waktu makan di rasain dan diresapiiii banget :-))

  10. theresajackson said: Wah, klo Hipio di Yogya dulu dari Trubus atau Tiong San, pasti ini lebih sip!

    masih kurang sip mbak…kan bukan hipio beneran….

  11. elkaje said: kayak selang plastik diagmeter 3 cm, bening nya kayak fiberglass lembaran yang suka dipakai sebagai atap carport gitu.

    ooo iyaya..pernah liat kalo itu…

  12. gag amis tho mbak Ine ?Dari perut ikan apa ya dibikinnya ?

  13. Belum pernah makan juga…tapi keliatannya yummy yah! Jadi pengen.Ci….dikau kok jauh sekali sih….๐Ÿ˜ฆ

  14. Hee Pio (bhs hokkian), di dialek jawa/jakarta/indonesia, berubah menjadi Hipio, bentuk keringnya seperti krupuk lembaran tebal dan lebar, berwarna kuning terang mirip iconnya YM, meskipun sudah dimasak warnanya tetap tidak berubah, bentuk kering mirip plastik bantat, tidak bisa di tekuk saking kerasnya, dengan bermacam2 kualitas (kalo yg berubah warna jd putih saat di masak, hati2 dgn hipio aspal yg di warnain sewaktu kering).Hipio, di masakan asli orang hokkian, biasanya di masak sup dgn ayam kampung, hipionya hanya dipotong2. Waktu kecil, ini merupakan menu sehari2 di rumah dan aku ga suka sama hipionya hehe.. lebih prefer ayam dan kuahnya.. tp skr terbalik seleranya, lebih suka hipio.Saya cukup kaget baca harga hipio sedemikian mahalnya, karena dulu hampir tidak pernah beli, kita di kasih oleh nelayan yg pinjam dermaga untuk bongkar muat (semacam ongkos pake dermaga).Besok2 kalo pulkam, aku mau cari dan bawa kemari deh…๐Ÿ˜€ thanks sharingnya..

  15. estherlita said: gag amis tho mbak Ine ?Dari perut ikan apa ya dibikinnya ?

    enggak mbak, nggak amis. enggak tahu perut ikan apa.tapi yang namanya Hipio yang bulat kayak pipa, kayaknya yang paling top deh.ntar kalau mudik, kita jalan bareng menyusuri petak sembilan dan pancoran ya…sama2 liat2 bahan makanan chinese. aku demen di situ, banyak hal asing yang bisa dipelajari.

  16. oentung said: Belum pernah makan juga…tapi keliatannya yummy yah! Jadi pengen.Ci….dikau kok jauh sekali sih….๐Ÿ˜ฆ

    coba cari RM chinese food besar, siapa tahu ada Nik,

  17. Ine, kalo mau lihat Hipio yg benar2 bagus, lihat di toko di muara karang, yg jualnya samaan dengan sirip ikan hiu, sarang burung dll.

  18. elkaje said: enggak mbak, nggak amis. enggak tahu perut ikan apa.tapi yang namanya Hipio yang bulat kayak pipa, kayaknya yang paling top deh.ntar kalau mudik, kita jalan bareng menyusuri petak sembilan dan pancoran ya…sama2 liat2 bahan makanan chinese. aku demen di situ, banyak hal asing yang bisa dipelajari.

    tawaran diterima dengan segera, soale jalan ama mbak Ine tuh sangat banyak ilmunya… saya cuman bisa melongo aja biasanya…he he he….*pengen cepet2 mudik jadinya*

  19. Mbak, sebanding gak harga dan rasanya? Jangan critain sensasi dan gengsinya lhoo…๐Ÿ˜€

  20. belom pernah nyoba tapi keqnya enak nih mba๐Ÿ˜€

  21. haleygiri said: Mbak, sebanding gak harga dan rasanya? Jangan critain sensasi dan gengsinya lhoo…๐Ÿ˜€

    Kalo itu susah dinilai, karena berkaitan dgn rasa setiap orang yg berbeda.Ambil contoh, telur Phi Tan, bagi yg doyan, enak banget, bagi yg ga doyan, bisa muntah2 karena bau kencing/pesing. Sarang burung, rasanya cuma seperti agar2, dimakan dgn gula batu, tp harganya sebanding dgn emas. Bagi yang pikir itu mahal, tentu ga pantas, tp bagi yg doyan, lezat banget. Ini jg beda sama yg kita olah sendiri dari bentuk sarang sama yg sudah bersih, karena membersihkan sarang burung bukan perkerjaan mudah, di rendam, di cabutin pake pinset, kalo aku lihat nenek aku, bisa 2 – 3 hari, baru bersih semua. Apalagi banyak yg bikin sarang burung kualitas kurang baik, tp di kasih bahan kimia pemutih, hingga menjadi kualitas putih.Sirip ikan hiu, ada beberapa kualitas, tergantung cara memperlakukan bahan sirip di supnya, kalo di pecah2 kecil, atau kualitas sirip kecil, nanti di supnya jg kurang enak, jadi mirip2 so hun, tapi kalo asal siripnya besar, dan di sup masih berupa gumpalan2, masaknya juga pas, lezatnya tidak terkirakan…. (sayang, kalo ga masak sendiri, ga akan enak, karena di restoran tentu akan menakar siripnya sesuai harga porsinya….)Apalagi kalo bahan siripnya beli yg udah jadi, yg sudah dikupas dan dikeringkan, beda banget rasanya dgn sirip utuh, yang di olah sendiri (di rebus seharian sampai keluar semua lilin2nya di sirip, jangan tanya deh baunya kayak apa seantero rumah..), kemudian diambil isinya.

  22. Mbak Ine,masakannya selalu unik2 deh, jadi menambah wawasan yang membacanya.Belum pernah tuh mbak nyobain perut ikan.Enak tentunya karena diisi daging asap, dan kuahnya bening…seger.Thanks mbak sharingnya.

  23. Wow… makasih sup hipionya…, aku senang bau-bau sangitnya plus daging asapnya. Ingat nda, waktu kecil kamu pernah bilang, “sudah berapa tahun Ine nda makan hipio”. Sekarang, nda usah nunggu tahunan, ya?

  24. kesha said: Hee Pio (bhs hokkian), di dialek jawa/jakarta/indonesia, berubah menjadi Hipio, bentuk keringnya seperti krupuk lembaran tebal dan lebar, berwarna kuning terang mirip iconnya YM, meskipun sudah dimasak warnanya tetap tidak berubah, bentuk kering mirip plastik bantat, tidak bisa di tekuk saking kerasnya, dengan bermacam2 kualitas (kalo yg berubah warna jd putih saat di masak, hati2 dgn hipio aspal yg di warnain sewaktu kering).Hipio, di masakan asli orang hokkian, biasanya di masak sup dgn ayam kampung, hipionya hanya dipotong2. Waktu kecil, ini merupakan menu sehari2 di rumah dan aku ga suka sama hipionya hehe.. lebih prefer ayam dan kuahnya.. tp skr terbalik seleranya, lebih suka hipio.Saya cukup kaget baca harga hipio sedemikian mahalnya, karena dulu hampir tidak pernah beli, kita di kasih oleh nelayan yg pinjam dermaga untuk bongkar muat (semacam ongkos pake dermaga).Besok2 kalo pulkam, aku mau cari dan bawa kemari deh…๐Ÿ˜€ thanks sharingnya..

    yang mahal itu yang bentuk tabung…kalau yang lembaran, saya beli dah siap masak, “cuma” 20 ribu kira kira segede 2 telapak tangan dewasa.thks ya…baru tahu inikhas hokian.

  25. kesha said: Ine, kalo mau lihat Hipio yg benar2 bagus, lihat di toko di muara karang, yg jualnya samaan dengan sirip ikan hiu, sarang burung dll.

    oh..gitu ya… saya belum pernah jalan2 di daerah situ. selama ini tahunya petak 9, gloria.thks informasinya ya pak

  26. estherlita said: tawaran diterima dengan segera, soale jalan ama mbak Ine tuh sangat banyak ilmunya… saya cuman bisa melongo aja biasanya…he he he….*pengen cepet2 mudik jadinya*

    huahahaha… jangan lupa….aku juga belajar banyak dari mbak Esther

  27. kesha said: Sirip ikan hiu, ada beberapa kualitas, tergantung cara memperlakukan bahan sirip di supnya, kalo di pecah2 kecil, atau kualitas sirip kecil, nanti di supnya jg kurang enak, jadi mirip2 so hun, tapi kalo asal siripnya besar, dan di sup masih berupa gumpalan2, masaknya juga pas, lezatnya tidak terkirakan…. (sayang, kalo ga masak sendiri, ga akan enak, karena di restoran tentu akan menakar siripnya sesuai harga porsinya….)Apalagi kalo bahan siripnya beli yg udah jadi, yg sudah dikupas dan dikeringkan, beda banget rasanya dgn sirip utuh, yang di olah sendiri (di rebus seharian sampai keluar semua lilin2nya di sirip, jangan tanya deh baunya kayak apa seantero rumah..), kemudian diambil isinya.

    sup Hisit…sirip ikan hiu, enak sekaleee…tapi aku dah berhenti makan ini, biarpun disini ada yang jual sup Hisit siap santap dengan harga nggak terlalu mahal, aku tak akan beli. Ini karena nurut anjuran pak Bondan Winarno, untuk ikut melestarikan lingkungan. Sirip ikan hiu, jangan dimakan lagi, kecuali sudah bisa di budidaya ikannya.

  28. indbahar said: Mbak Ine,masakannya selalu unik2 deh, jadi menambah wawasan yang membacanya.Belum pernah tuh mbak nyobain perut ikan.Enak tentunya karena diisi daging asap, dan kuahnya bening…seger.Thanks mbak sharingnya.

    iya…enak dan layak di coba.

  29. milkaw said: Wow… makasih sup hipionya…, aku senang bau-bau sangitnya plus daging asapnya. Ingat nda, waktu kecil kamu pernah bilang, “sudah berapa tahun Ine nda makan hipio”. Sekarang, nda usah nunggu tahunan, ya?

    Nah…aku tadinya pingin cerita ini, cuma belumsempat aja. ini kata2 nggak akan pernah kulupakan, karena selalu di ucapkan ulang oleh ci Hwat kalau ketemu aku. Padahal…hampir 40 tahun yang lalu aku mengucapkannya ya.

  30. Alm. mama saya juga pinter bikin sup hipio ini, dulu saya sering ikut mama beli hipio mentah di Gg.Baru, tapi karena makin mahal mama saya kontak famili di Jepara utk “nalangi” dulu & harganya memang beda jauh!Ci Ine banyak akalnya nih pakai alternatif perut ikan yg lain๐Ÿ™‚

  31. sup perut ikan kedoyanan aku, suka makan di haka restaurant, dulu didiamond ada restorant pas deket pintu mau keluar, lupa namanya, ada sup perut ikan lumayan enak & murah 25000 semangkok.(sekitar 3-4 thn yg lalu), tau sekarang masih ada enga resto nya.thanks utk rese,kepengen nyoba nanti.

  32. erm718 said: Alm. mama saya juga pinter bikin sup hipio ini, dulu saya sering ikut mama beli hipio mentah di Gg.Baru, tapi karena makin mahal mama saya kontak famili di Jepara utk “nalangi” dulu & harganya memang beda jauh!Ci Ine banyak akalnya nih pakai alternatif perut ikan yg lain๐Ÿ™‚

    iya Elika, gang baru pusatnya bahan makanan chinese untuk jawa tengah.dulu waktu masih tinggal di solo, mamiku juga belanja hipio di gang baru.soal banyak akal….hehehehhe…biasalah, kalau kepepet jadi kreatif.

  33. amadeus18 said: sup perut ikan kedoyanan aku, suka makan di haka restaurant, dulu didiamond ada restorant pas deket pintu mau keluar, lupa namanya, ada sup perut ikan lumayan enak & murah 25000 semangkok.(sekitar 3-4 thn yg lalu), tau sekarang masih ada enga resto nya.thanks utk rese,kepengen nyoba nanti.

    Restoran Haka masih ada.trus restoran di Diamond yang kamu maksud…apa ya:? soalnya di sini kayaknya silih berganti deh Wi. nyoba deh, semoga cocok ya.

  34. keliatannya seger buat kalau dingin-dingin spt disini saat ini….

  35. glennsean said: keliatannya seger buat kalau dingin-dingin spt disini saat ini….

    ya…cuaca panas, dingin, kayaknya cocok cocok aja Tik

  36. cocok nih mba Ine buat anget2an….slurrrpp

  37. nanaheitmeier said: cocok nih mba Ine buat anget2an….slurrrpp

    iya Na, kayaknya segala cuaca cocok nih

  38. Kalau ini sih cuma bisa ngiler. Jangankan nyari yang eksotis kayak gitu, wong mau cari ragi saja setengah mati. He…he…he… Thanks ya mbak for sharing.

  39. cutyfruty said: Kalau ini sih cuma bisa ngiler. Jangankan nyari yang eksotis kayak gitu, wong mau cari ragi saja setengah mati. He…he…he… Thanks ya mbak for sharing.

    mesti kulakan dari sini ya Sri

  40. bagi yang mau beli Hipio di saya aja..saya domisili di Surabaya, kerja di bidang makanan2 kaya gini…ada hipio,hijuen,hisit dll…kalo mau hub saya lewat email trebor_wu@yahoo.com….terjamin koq(harga lebih murah deh)….Trims

  41. ci, saya baru di kasih teman smoked ham babi dari bali, ada ide mau diapain?

  42. amethsytgirl74 said: ci, saya baru di kasih teman smoked ham babi dari bali, ada ide mau diapain?

    di masak nasi goreng ham, di buat taburan sup macam ini, di tumpukkan di fillet ikan kakap yang setebal 1/2 cm, trus di gulung, di panir dan di goreng, di campurkan di makaroni schotelkalau masih bingung juga, dilemparin ke aku aja :-)))))

  43. thanks, ya utk idenya. berhubung udah di kasih ide , batal deh dilemparin kesana, he..he..

  44. amethsytgirl74 said: thanks, ya utk idenya. berhubung udah di kasih ide , batal deh dilemparin kesana, he..he..

    wadhuh….ya wis…dilemparin hasil jadinya juga nggak papa kog Mon :-))

  45. wahhh yummy……..kalo di semarang yang jual perute ikan di mana ci?johar ada ngga? heehe…

  46. di gang baru biasanya ada tuh

  47. hi, ikutan nih….gw liat harga hipionya 100 gram 100rb ternyata mahal jg yah….nyokap gw biasa bikin n dijualin pula, gw coba2 bantu jual dgn harga 60rb per 100 s/d 150 gram. kl ada yg berminat, just message me yah. thx

  48. hahaha… numpang iklan ini namanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: