Skip to content

Pisroti Tape Singkong

July 25, 2010

Description:
PISROTI dari kata pepes roti. Resepnya sudah pernah kuposting, yang ini dengan tambahan tape singkong.

Rasa gurih roti dan kelapa muda, berkuah santan manis, di sekap dalam aroma pandan dan daun pisang saat di kukus. Cocok untuk buka puasa, atau di makan soret sebagai teman minum teh, ini unik dan asyik.

Jaman dahulu, pisroti di buat dari sisa-sisa kulit roti tawar yang di buang sayang. Atau juga dari roti tawar yang sudah berumur beberapa hari, yang tak enak di makan segar. Tapi kini, bisa menggunakan roti tawar, french banquet atau hotdog bun.

Pisroti enak di makan kalau sudah dingin, dengan santan yang berlimpah ruah. Jangan masukkan terlalu banyak roti, supaya santan tidak terserap habis, supaya tidak menjadi bongko roti. Tape singkong memperkaya cita rasa pisroti yang sudah gurih, manis dan harum ini.

Ingredients:
1 buah kelapa muda, ambil dagingnya
2 lembar roti tawar, masing2 potong jadi 4 atau 2 hotdog bun
4 lembar daun pandan potong2 3 cm
100 gr tape singkong potong kecil2, buang seratnya
1000 cc santan encer
200 gr gula pasir
1/2 sdt garam
Daun pisang untuk membungkus
Plastik untuk menjaga agar bungkusan tidak bocor

Directions:
1. Larutkan gula dan garam dengan santan, aduk hingga gula larut.
2. ambil 2 lembar daun pisang yang cukup lebar, diantara 2 lembar daun, selipkan selembar plastik lebar untuk menjaga agar bungkusan tidak bocor.
3. letakkan sepotong daun pandan, sepotong roti, 1 sdm kelapa muda, 1 sdt tape singkong, 1 sendok sayur santan (kira kira 100 cc)
3. bungkus bentuk tum, dan semat hati2, jaga agar santan tidak bocor.
lakukan sampai semua bahan habis.
4. kukus selama 20 menit. Sajikan setelah dingin
Untuk 8 bungkus

Tips: agar bungkusan rapi dan mudah saat membungkus santan, saat mengisi bungkusan, beri bahan2 kering dulu, lalu bungkus seperti biasa, lalu buka sedikit bungkusannya, tuang santan dan bungkus kembali.
Membungkus saat kering, seolah-olah mencetak daun pisang membentuk tum, memudahkan saat bungkusan sudah menjadi berat karena santan.

From → Kue, Tradisional

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: