Skip to content

Balado Ikan Bilih

December 9, 2012

Pagi mendung, aku menuju kios ikan asin di pasar inpres, pasar yang semrawut, becek, karena pasar sesungguhnya sedang di renovasi sejak 2 tahun lalu, dan belum ada tanda-tanda kapan jadinya.

Tujuannya beli cumi lontar, karena sudah lama tidak membuat oseng cumi, mumpung sedang musim pete nih. Tapi mata langsung tertarik pada sekantong besar plastik isi ikan bilih. Langsung berubah haluan menu masaknya. Ikan ini dijual kering, sudah di goreng, karena ini bukan ikan asin. Tapi kita perlu menggoreng lagi, supaya lebih kering dan renyah. Hasilnya… sedap sekali di makan dengan nasi hangat.

Ikan bilih yang cuma ada di pulau Sumatera, dulunya cuma ada di Danau Singkarak, namum sejak beberapa tahun lalu, sudah mulai di coba dibudidayakan juga di Danau Toba.

Dari Wikipedia :

Bilih dalam bahasa Minangkabau juga berarti ‘iblis’ atau ‘setan’. Namun asal nama ikan ini sebetulnya adalah pelafalan Minang untuk ‘bilis’, yakni ikan-ikan kecil sebangsa teri; dikarenakan bentuk yang menyerupai satu sama lain walau sebenarnya sangat jauh kekerabatannya.

ikan bilih5

** piring saji, pemberian Henny Susila

Bahan:

250 gr Ikan bilih

1 lembar sereh

sepotong lengkuas

2 lembar daun salam

1/2 sdt garam

3 sdm minyak goreng

Bumbu Halus:

5 butih bawang putih

5 butir bawang merah

50 gr cabe keriting

Cara:

Goreng ikan bilih, hingga kering. sisihkan

Tumis bumbu halus, salam, lengkuas, sereh dengan minyak bekas menggoreng ikan. Tumis hingga harum, tambahkan garam.

masukkan ikan, aduk hingga bumbu merata

7 Comments
  1. Nek iki jan iso ngentekke sego….

  2. Dhani & Helen Prakoso permalink

    Bu Ineeee….membuatku ngeces ngeliat si ikan bilih ini hehehhe. Seminggu yg lalu baru aja menikmati ikan bilih sambel lado mudo, kebetulan ada temen dari Sumatra yg balik kesini n dia bawa si ikan bilih ini..syedeeep…trus skrg terbayang2 deh😀

  3. bisa nambah piring nih makan ini..

    ehya, itu istilah satu lembar sereh, maksud satu batang sereh?

  4. Ophoeng permalink

    Orang Malaysia, menyebut semua ikan teri (kecil), yang darat maupun laut, dengan sebutan bilis. Padahal ikan teri beda sekali dari bilis – bukan cuma habitatnya saja yang beda.

    Dan, ternyata, ikan bilis beda asal beda harga – yang dari Sumatera Barat (Danau Singkarak), lebih kecil-kecil badannya, dibanding yang dari Sumatera Utara (Danau Toba) – tapi harganya lebih mahal. Menurut pendoyannya, yang kecil terasa lebih gurih – dan ini bener.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: