Skip to content

Menyimpan Santan

May 7, 2013

Meskipun santan siap pakai dalam kemasan, sudah banyak tersedia di supermarket/mini market, tetapi tak ada yang bisa mengalahkan gurih dan tekstur santan kelapa asli.

Saat ini di pasar tradisional, penjual kelapa menyediakan jasa untuk memarut sekaligus memeras kelapa, sehingga kita tidak perlu repot membuat santannya. Kalau ragu dengan air yang mereka pergunakan, kita bisa membawa sendiri air dalam botol, dan tungguin saat memeras kelapanya.

Perasan pertama, adalah santan murni tanpa campuran air sama sekali. ini santan kental yang cocok untuk masakan pekat seperti rendang, areh untuk gudeg, dll.

Perasan kedua, telah di campur air, hasilnya adalah santan sedang kentalnya. bisa digunakan untuk sambal goreng labu siam, nasi uduk, lodeh, bobor dll, masakan santan yang berkuah tak terlalu pekat.

Biasanya cuma 2 kali peras saja, ampas kelapa sudah tidak menghasilkan santan lagi.

Tips:

  1. Rencanakan penggunaan santan dan jenisnya (Kental/encer, seberapa banyak)
  2. Ukur sejumlah yang di butuhkan.
  3. Gunakan kantong plastik untuk menyimpan 1 bagian masak untuk 1 kali masak/1 jenis masakan
  4. Beri label pada kantong santan tsb, supaya tidak salah ambil saat akan di pergunakan
  5. Simpan di Freezer
  6. Keluarkan santan beku 5-6 jam sebelum di pergunakan, biarkan pada suhu ruang dan mencair perlahan
  7. Jika Santan tidak sempat di cairkan seperti nomor 6, santan beku bisa di panaskan di panci dengan api kecil dan di aduk aduk.
  8. Santan beku bisa disimpan lebih dari seminggu, bahkan sebulan, selama tidak keluar masuk frezeer.

Untuk membuat rendang, biasanya perlu beberapa butir kelapa, ambil santan kentalnya saja, maka rendang yang di buat, tak selama jika kita menggunakan santan yang di peras sendiri yang di campur air.

Sisa santan yang perasan kedua, bisa di simpan dan di manfaatkan untuk keperluan masak yang lain. Baiknya, di rencanakan baik2, untuk apa santan tsb. Misalnya untuk membuat nasi kuning/nasi uduk, perlu 500 ml, maka takar sejumlah tsb, di simpan dalam kantong plastik, di beri nama, bekukan. Beberapa jam sebelum memasak, keluarkan santan beku tsb, biarkan mencair di suhu ruang.

Misalkan rencana memasak gudeg, santan kental untuk areh/ayam, santan encer untuk nangka dan sambal goreng, langsung beri nama masing2 kantong yang “K” kental, “S” sedang. Gunakan spidol permanen supaya label tidak luntur. Dengan menggunakan plastik, akan memudahkan saat penggunaan, misalkan waktu memasak tiba, tetapi santan lupa di lelehkan, maka kantong tinggal di bedah, panaskan santan dengan api kecil di panci.

IMG_2330

Rencanakan dengan seksama saat berbelanja, perlu seberapa banyak, kapan masaknya. supaya tidak ada yang sia2 terbuang karena rusak/basi.

From → Tips/Alat dapur

15 Comments
  1. sukanya simpen kelapa parut utuh mbak di freezer, ntar kalu suhu ruangan baru diperes.. kan bisa biasa bikin serundeng buat terancam..

    • ine elkaje permalink

      kalau buat terancam atau serundeng, bukannya enak yang agak mudaan?

      • iya seringnya beli yang mudaan sih ya.. cuma jarang nyantan sih masakan belakangan ini..

        btw, kebeneran dibahas santan.. ituloh kalu mo lebaran, mamaku sering bikin rendang dan opor, kalu rendang dipanasi lagi sampe 3 hari gapapa, tapi opor, bikin malam takbiran, buat besok pagi masih enak, begitu sore kog bau ga enak gitu, kaya bau basi.. akhirnya belakangan ini kalu bikin opor, mama suka pake santan kalengan aja, lebih awet ga bau sampe seminggu.. apa karena dikasih pengawet ya.. dilema deh..

      • ine elkaje permalink

        Santan kemasan itu pake emulsifier juga, makanya buteknya santan ndak misah antara yang kental dan yang encer.

        Opor itu gampang basi. harus sering2 di panasi. Kalo sore di bikin, malam setelah selesai makan/jamuan, di didihkan sebentar. besok pagi di didihkan lagi. Siang setelah orang2 selesai makan, didihkan lagi.

        hari berikutnya sih biasanya opor sudah harus berubah bentuk. hihihi… soale kuahnya udah terlalu berminyak, kuah di buang, ayam bisa di goreng aja, atau di suwir2 buat bubur ayam.

      • iya mbak, sering kog dipanasi, tetep aja bau ya.. dan lebaran hari kedua suka tuh digoreng aja ayam opornya, kuahnya dibuang buat taneman.. mama di rumah suka buang sisa makanan yang berkuah gitu ke taneman..

      • ine elkaje permalink

        sekalian jadi pupuk ya mbak. hehe

  2. K = kental?
    S = santan dua kali peres?

    • ine elkaje permalink

      K=Kental, S=Sedang maksudnya, sedang kentalnya.

  3. Waaah, Ok banget tipsnya bu. Saya sering bermasalah dengan santan. Mau marut sendiri males, sampai kering di kulkas. Dengan cari diatas menyimpan santan jadi lebih mudah🙂

    • ine elkaje permalink

      siip… saya sekarang mengandalkan tukang kelapa di pasar, udah tinggal pakai ndak usah marut dan meres lagi.

  4. seperti biasa, postingan mba ine selalu bermanfaat buat pemirsa…heheehe
    tips nya udah oke disimak…yg blm bisa perencanaannya…:)
    kalo aku liat ibuku mbak, santan blm sampe dipisah kental sedang gini,…. tapi biasanya sebelum dimasukin freezer dididihkan dahulu…

    • ine elkaje permalink

      rita, kangen aku ama kamu….
      ayooo posting posting lagi dooong

  5. aju-semarang permalink

    waah…bener tu…sayangnya di semarang belom ada jasa pemerasan kelapa gitu….baru sampe parut….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: